Tuesday , December 12 2017
Home / Travel / Kampung dibantaran sungai yang keren dan menginspirasi

Kampung dibantaran sungai yang keren dan menginspirasi

Kampung-kampung yang berada bantaran aliran sungai biasanya terkesan kumuh, kotor dan tidak enak dipandang. Apalagi didaerah daerah perkotaan . Banyak kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang kadang merugikan penduduk disekitaran bantaran sungai dengan cara main gusur dan relokasi. Seperti tidak punya cara lain selain gusur dan gusur.

Padahal, sudah banyak contoh perkampungan dipinggir sungai yang bisa dijadikan rujukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Berikut beberapa kampung yang berada dipinggir sungai yang disulap dan direnovasi ,sehingga menjadi kampung yang jauh dari kata kumuh. Malah bisa menjadi daya tarik tersendiri dan jadi tujuan wisata yang bisa mendatangkan pajak dan pemasukan daerah.

  1. Kampung warna-warni, Malang .

Kampung yang berada di kelurahan Jodipan, kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa timur, sekilas seperti kampung warna-warni yang ada di Brazil, Rio De Janeiro . Iya betul, kampung dulunya terkesan kumuh ini terinspirasi dari kampung warna-warni yang ada di Brazil. Berawal dari beberapa mahasiswa yang kebetulan sedang mengerjakan tugas kuliahnya, akhirnya mereka menggagas konsep kampung warna-warni ini.

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kampung-warna-warni4.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

Bekerja sama dengan pengusaha cat yang ada di Malang, Mahasiswa dan Warga kampung tersebut bahu membahu untuk mengecat rumah mereka dengan beraneka ragam warna yang menarik . Sehingga kampung tersebut nampak unik , cerah dan ceria. Dan sekarang kampung warna-warni tersebut menjadi tujuan wisata bagi para pelancong yang datang ke kota Malang.

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kampung-warna-warni.jpeg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kampung-warna-warni2-1.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

 

 

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kampung-warna-warni3.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

 

2.  Kampung Kali Code, Yogyakarta  

 

Kampung Code berada di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Lokasi persisnya ada di RT 01/RW 01 di sebelah selatan jembatan Gondolayu di Jl Jenderal Sudirman atau di sebelah timur bantaran Kali Code yang membelah Kota Yogyakarta. Kampung yang terletak di bantaran sungai code ini merupakan kampung pada umumnya ,terlihat tidak menarik dan terkesan kumuh.

Pertengahan tahun 1980-an ,kampung ini ditata sedemikian rupa sehingga menjelma menjadi kampung yang menarik. YB Mangunwijaya atau yang terkenal dengan Romo Mangun seorang tokoh Katolik yang sangat berjasa atas perubahan kampung code ini. Dibantu oleh para mahasiswa dan relawan, kampung ini dibenahi dan di tata ulang dengan aneka lukisan, warna dan pernak-pernik yang menarik.

Sekarang kampung code ini merupakan destinasi wisata yang ada di Yogyakarta selain Malioboro. Banyak orang yang penasaran ingin melihat kampung tersebut.

 

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kali-code.jpeg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kali-code3.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kali-code4.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kali-code5.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/kali-code6.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

3. Kampung Klong Damnoen Saduak, Thailand

 

Kampung unik di Thailand ini menawarkan sensasi perniagaan di atas perahu. Sepintas seperti di daerah Kalimantan.Kata Klong sendiri adalah Kanal dan difungsikan sebagai pasar terapung. Meskipun terlihat ruwet karena aktifitas perniagaan, air sungai terlihat bersih dan tidak ada sampahnya.

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/Kampung-Klong-Damnoen.jpeg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/Kampung-Klong-Damnoen2.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/Kampung-Klong-Damnoen3.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

4. Kampung Kanal Suzhou, China

 

Kampung yang didirikan sejak 5 SM  ini merupakan perkampungan disepanjang kanal Suzhou. Selain air yang tenang dan disepanjang sungai terdapat perkampungan warga, kanal ini dihiasi juga jembatan dan taman-taman yang cantik. Sungai ini pun bisa dilalui oleh perahu kecil untuk transportasi . Kita bisa berkeliling dengan perahu tersebut sambil menikmati keindahan perkampungan disepanjang sungai ini .

 

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/Kampung-Kanal-Suzhou.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/Kampung-Kanal-Suzhou2.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/Kampung-Kanal-Suzhou3-1.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/Kampung-Kanal-Suzhou4.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

5. Kampung Brugge, Belgia 

Kampung pinggir sungai yang satu ini memang tidak kalah menarik dengan Venecia yang ada di Italy. Bersih, Indah dan menawan. Brugges merupakan kota air yang ada di Belgia sejak abad pertengahan. Sampai saat ini , Kampung-kampung tersebut masih terawat dan terlihat rapi. Jika malam menjelang, hawa romantisme terasa sekali jika kita sedang berada disalah satu sudut kota itu.

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/bruges-canal3.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/bruges-canal.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/bruges-canal6.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

[ux_banner bg=”http://keumala.com/wp-content/uploads/2016/09/bruges-canal7.jpg” height=”500px” text_color=”light” text_align=”center” text_pos=”center” text_width=”70%” parallax_text=”0″ parallax=”0″ effect=””]

[/ux_banner]

 

Nah, tadi beberapa keunikan,keindahan dan ciri khas kampung-kampung yang berada di bantaran sungai. Tidak ada kesan kumuh dan kotor. Malah sebaliknya terlihat indah dan menarik. Kampung-kampung diatas mungkin bisa menjadi contoh dan inspirasi buat kita semua. Khususnya warga-warga yang rumahnya berada dibantaran sungai untuk bisa menjadikannya kampungnya menarik, tertata dan rapih.

Selain indah dan enak dilihat, kampung yang jauh dari kumuh bisa menjadi magnet dan daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Jangan terpaku dan menunggu bantuan pemerintah. Kita semestinya bisa bergotong-royong dan selalu hidup dispilin dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Pemerintah pun seharusnya menyadari, tidak harus dengan mengusur atau merelokasi perkampungan yang ada dibantaran sungai dengan dalih penertiban atau apalah. Kalau pemerintah ada kemauan, kreatif dan mau bekerja, seharusnya perkampungan kumuh yang ada dipinggiran sungai bisa dibantu untuk ditata sedemikian rupa sehingga menjadikan akmpung yang layak, bersih dan menarik.

Jangan sampai dengan dalih penertiban, perkampungan tersebut digusur dan digantikan dengan bangunan-bangunan seperti Mall , Hotel ataupun perumahan mewah milik sebagian orang kaya yang hidupnya sudah enak tanpa takut di gusur.

 

 

 

 

 

About keumala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *